GUSKOMPINDO BERBAGI ARSITEKTUR
RUMAH TANGGA
Ketika kita
bermaksud mendirikan sebuah rumah, selayaknyalah kita mulai dengan merancang gambar
rumah yang kita akan bangun dan menghitung berapa perkiraan
biaya bangunan yang dibutuhkan, agar kita bisa menyelesaikan bangunan
rumah kita dengan baik, bila tidak, kita beresiko terjadi bongkar-pasang dan
kita tidak sanggup menyelesaikannya tepat waktu bahkan mungkin kehabisan dana
pembangunan.
Seorang
ahli merancang bangunan kita sebut arsitek dan ilmu yang
dimilikinya disebut Arsitektursingkatan dari “art” berarti seni dan
“tek” kependekan dari teknik / teknologi, jadi arti lengkapnya adalah :Teknologi
yang Berseni.
Berbicara
tentang rumah tangga, kita diingatkan kepada sepasang pengantin baru yang
berjanji hidup bersama sebagai suami-istri mengarungi bahtera rumah tangga dan
untuk tahun-tahun selanjutnya mungkin diperbanyak jumlahnya dengan anak-anak
mereka, dan jadilah suatu keluarga besar.
Seperti
seorang yang hendak mendirikan sebuah rumah, demikian juga ketika sebuah rumah
tangga hendak didirikan, kita sadar bahwa harus ada gambar dan anggaran biaya
yang kita siapkan, agar rumah tangga yang kita bangun tidak bongkar-pasang dan
bisa sempurna sesuai dengan yang kita inginkan, bahkan bila rumah tangga kita
memiliki nilai seni yang tinggi menjadi indah dipandang dan pastilah akan
menjadi kebanggaan pemiliknya, bahkan banyak orang ingin meniru bentuk rumah
tangga kita, dan Tuhan yang menciptakan semuanya ini pastilah akan senang,
sebagaimana Tuhan membanggakan Ayub yang menjadi seorang
kepala keluarga teladan pada zamannya.
- 1 -
D.7. MEBEL
(FURNITURE) = KEKAYAAN MATERI
Tuhan tahu
persis kebutuhan materi kita selama hidup dalam dunia yang fana ini, Dia pasti
tidak akan membiarkan kita mati kelaparan dan kehausan, bahkan Dia berjanji
akan memberikannya dengan kelimpahan. Banyak contoh kejadian dalam Kitab Suci
bahwa Tuhan memberikan berkat materi, namun kita harus ingat bahwa seperti
mebel dalam rumah tinggal, kita lengkapi sesuai dengan keperluannya, ada sofa
di ruang duduk, meja dan kursi makan, kitchen-set di dapur, ranjang di kamar
tidur, alat sanitasi di kamar mandi dsb. Semuanya itu kita harus menatanya
dengan tepat.
Coba kita
bayangkan kalau sebuah rumah tinggal dengan ukuran 100 m2 diisi dengan 5 Set
sofa, 10 ranjang, 10 lemari, 3 buah mobil, 2 set meja dapur, pastilah kita
sendiri tidak kebagian tempat untuk masuk dalam rumah itu, karena terlalu
penuh-sesak oleh barang-barang mebel.
Bila
kekayaan materi menjadi tujuan kebangaaan, maka orang akan mengejar kekayaan
dengan ketamakan dan akhirnya dia menjadi terasing dari rumah tangganya
sendiri, suami/istri akan menjadi jauh dengannya terlebih anak-anaknya akan
terlepas mencari jalan sendiri-sendiri, masing-masing menuruti keinginan dan
kehendaknya, karena sudah tidak ada tempat bagi pribadinya dalam rumah tangga
yang terlalu penuh dengan pemikiran materialistis. Pesan Firman
Allah bagi kita semua dalam hal kekayaan materi adalah :
“ Carilah
dahulu Kerajaan Allah dan segala kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan
kepadamu “. (Matius 6:33)
Akhir
kata Segala
tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk
menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam
kebenaran, Amin.
- 12 -
ELEMEN RUMAH
Bangunan
Rumah terdiri dari :
A..Dasar
bangunan : 1.
Tanah Keras
2.
Pondasi
3.
Lantai
B. Badan
bangunan : 1.
Pintu
2.
Jendela
3.
Dinding
C. Atap
Bangunan : 1.
Konstruksi Kuda-kuda
2.
Penutup Atap (genteng)
3.
Plafond (langit-langit)
D.
Interior : 1.
Instalasi Air Bersih
2.
Instalasi Penerangan
3.
Instalasi Gas (Api)
4.
Instalasi Telepon
5.
Instalasi Pembuangan
6.
Instalasi Udara bersih
7.
Mebel (Furniture)
Elemen
bangunan tersebut di atas merupakan elemen dasar yang dibutuhkan oleh sebuah
rumah, terutama dalam masa post-modern sekarang ini, kekurangan satu elemen
saja dari hal tersebut maka kita akan merasa bangunan rumah menjadi tidak
nyaman untuk dihuni.
Berikut ini
kita akan mengikuti pembahasan dengan cara pendekatan pemikiran antara bangunan
rumah yang kita gunakan untuk membentuk dan memelihara keluarga dengan Rumah
Tangga kita sendiri, setiap elemen dari bangunan rumah kita hubungkan dengan
elemen Rumah Tangga kita.
- 2 -
Dalam
kehidupan berumah tangga, pasti ada beberapa peristiwa yang tidak kita sukai,
misalnya sikap suami atau istri yang acuh tak acuh karena sedang jengkel atau
terlalu letih bekerja, sikap anak yang sembarangan karena terburu-buru, semua
ingatan buruk itu harus dibuang ke dalam Jamban (WC) atautong
sampah pengampunan, supaya tidak diingat-ingat lagi.
Allah Bapa
di Sorga memberi contoh kepada kita, Dia telah menyatakan kasih-Nya kepada kita
supaya dosa kita dihapuskan, dibuang jauh-jauh, dikatakan sejauh Timur dari
Barat Engkau membuang segala dosaku, marilah kita juga membuang
kesalahan seisi rumah tangga kita dalam tong sampah pengampunan, supaya kita
tidak mengingatnya lagi.
D.6.
INSTALASI UDARA BERSIH = FIRMAN ALLAH
“ Maka
terdengarlah seperti tiupan angin keras ..... dan mereka dipenuhi oleh Roh Kudus “
( Kisah Para Rasul 2 : 2 )
Sebuah
rumah yang megah dan mewah akan terasa pengap bila tidak ada udara yang
mengalir di dalamnya, demikianlah kehadiran Firman / Roh Allah yang memenuhi
suatu rumah tangga akan memberikan kesejukan yang nyaman.
Seperti
bangunan rumah membutuhan ventilasi, demikian juga rumah tangga membutuhkan
Firman yang mengalir setiap saat, maka Damai Sejahtera yang
selalu Firman katakan akan tercipta dalam rumah tangga kita dan kita bisa
menjadi saksi (teladan) di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai keujung bumi.
Bagaimanakah
itu bisa bersaksi tentang Damai dan Keselamatan, kalau suasana rumah
tangga kita sendiri penuh pertikaian, jauh dari Damai Sejahtera ? Marilah
saudara kita merenovasi rumah tangga dengan mempersilakan Firman Allah masuk.
- 11 -
A.1. TANAH
KERAS = SALING PERCAYA
Dasar
berpijaknya sebuah bangunan adalah tanah, menggali tanah yang lebih dalam untuk
meletakkan pondasi, tujuannya adalah memperoleh kekerasan tanah yang lebih
baik, sehingga bangunan dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Contoh jelek yang
kita dapati adalah Menara Pisa yang miring karena pondasinya
diletakan diatas lapisan pasir yang labil, sehingga berdiri
miring dan hanya bias jadi tontonan saja.
Ketika kita
mau membangun sebuah Rumah Tangga, harus diperhatikan adalah saling percaya
antar anggota Rumah Tangga, dan yang pertama-tama adalah Suami dan
Istrinya, lalu juga terhadap anak-anak mereka, bila tidak ada saling
percaya maka akan timbul saling curiga dan berlanjut menjadi saling tidak
peduli dan bisa lebih buruk menjadi saling membenci, maka satu saat retaklah
Rumah Tangga tersebut.
Pesan
Firman Allah dalam membangun rumah tangga yang kokoh adalah percayalah bahwa
mereka (suami/istri) dipersatukan (dijodohkan) oleh
Allah sesuai dengan kehendak-Nya.
Bagaimana
kita bisa yakin bahwa pasangan kita itu adalah benar-benar kehendak Allah,
tentulah kita harus belajar mengenal Kehendak Allah secara pribadi sejak kita
muda remaja, dalam Kitab Perjanjian Baru yaitu surat Roma dikatakan bahwa kita
bisa belajar membedakan mana kehendak Allah : apa yangbaik, yang diperkenan oleh
Allah dan yang sempurna, ketiga tahap ini pasti kita bisa
rasakan kalau kita bergaul baik dengan Allah dan mempersembahkan hidup kita
sepenuhnya untuk melakukan perintah Firman Allah dengan melakukan perubahan
budi dari cara hidup lama melalui kelahiran baru menjadi manusia rohani (Roma
12 : 2) ….. sebagai orang beriman kita harus yakin Allah yang menjodohkan
seorang laki-laki dan perempuan.
Sebelum
mencapai pengenalan kehendak Allah tentang perjodohan kita harus melalui
pengenalan kehendak Allah tentang jurusan pendidikan sekolah lalu pekerjaan
kita, rencana-rencana kerja dll. Semua pengenalan ini akan kita rasakan secara
bertahap dan berkesinambungan.
- 3 -
Namun
seperti layaknya api, hanya boleh ada di dapur dan harus selalu bisa
dikendalikan, demikian juga dengan semangat, karena semangat/kegairahan yang
tidak terkendali bisa menghanguskan rumah tangga, seperti misalnya, semangat
bekerja yang berlebihan, semangat menuntut ilmu yang terlalu idealis, semangat
melahap makanan bisa mengganggu kesehatan tubuh, bahkan sampai terlalu semangat
dalam kegiatan di luar Rumah Tangga bisa berakibat negatif bagi keluarga,
karena itu marilah kita taruh semangat yang berguna itu seperti menaruh api, harus
pada tempatnya yang tepat dan harus bisa kita kendalikan.
D.4.
INSTALASI TELEPON = KOMUNIKASI
Kecanggihan
Telekomunikasi saat ini bisa memungkinkan kita melakukan percakapan dimanapun
kita berada, dengan telepon seluler semua anggota keluarga dapat berkomunikasi,
namun bagaimanakan kwalitas komunikasi kita, apakah hanya sekedar “say Hello” ?
Komunikasi
yang berkwalitas adalah komunikasi yang bisa memuat curahan hati, perwujudan
pendapat/gagasan, mengutarakan keinginan, mendiskusikan materi kehidupan bahkan
sampai pembahasan tentang kebenaran Firman Allah agar bisa diterapkan dan
dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Komunikasi berkwalitas
ini bisa berbentuk Persekutuan/Mezbah Keluarga dengan acara Sharing
(berbagi-rasa) dan kesaksian-kesaksian pribadi. Bila Komunikasi
Keluarga saudara lancar,pastilah keharmonisan rumah tangga akan semakin
terasa lebih baik.
D.5.
INSTALASI PEMBUANGAN = PENGAMPUNAN
Tong sampah
dan saluran air kotor/pembuangan dalam rumah tinggal sering terlupakan, padahal
tidak boleh diabaikan, karena kalau tidak, maka rumah akan penuh dengan
barang-barang yang sudah tidak berguna berserakan, potongan kertas, potongan
sayuran, sepatu bekas barang yang sudah rusak dan juga saluran pembuangan yang
tersumbat lumpur sehingga tidak bisa menghilangkan kotoran-kotoran yang kita
buang, bila hal ini terjadi maka bau tidak sedap akan menguasai semua ruang
dalam rumah tinggal kita.
- 10 –
A.2.
PONDASI = PENGHARAPAN
Sepasang
Suami-Istri harus mempersatukan minat dan pengharapan bersama, misalnya
sama-sama ingin menikmati kebahagiaan Rumah tangga, sama-sama ingin memiliki
anak dengan perkiraan jumlah anak yang sudah direncanakan bersama, perbedaan
pemikiran bisa saja, tetapi terlalu banyak perbedaan pengharapan bisa
memisahkan jalan hidup mereka sehingga tidak memiliki satu tujuan, karena itu
para pemimpin agama sangat menganjurkan agar suami-istri memiliki iman yang
sama dan seimbang, sebagaimana pondasi sebuah rumah dibuat merata dan bersatu
supaya bangunan tidak berat sebelah.
Ada sebuah
perumpamaan dalam Kitab Perjanjian Baru tentang rumah yang dibangun di atas
pasir dan di atas batu karang, orang bodoh memilih pasir sebagai dasarnya
sehingga ketika badai datang rumah itu segera roboh, tapi orang yang
cerdik menggunakan batu sebagai pondasi rumah sehingga akan tetap kokoh meski
diterpa badai, demikian juga kesatuan pengharapan akan membuat Rumah Tangga
kokoh menghadapi cobaan dunia.
A.3. LANTAI
= CINTA
Lantai adalah
elemen rumah yang selalu kita nikmati, lantai yang bersih mengkilap akan nyaman
dihuni, demikian juga cinta yang mesra dan damai adalah dambaan semua anggota
keluarga dalam suatu rumah tangga.
Namun
seperti lantai butuh perawatan, demikian juga cinta perlu dibina dan dijaga
keutuhannya, lantai mudah kotor dan rawan retak demikian juga cinta dalam rumah
tangga mudah dicemari kecemburuan dan kesalah-pahaman, karena itu bersihkanlah
selalu lantai rumahmu demikian juga murnikanlah selalu cinta-kasih dalam
rumah-tanggamu dengan Kasih yang tulus.
- 4 -
D.1.
INSTALASI AIR BERSIH = KASIH SAYANG
Fungsi air
dalam sebuah rumah adalah untuk membasuh/ membersihkan noda kotoran yang
menempel pada banyak tempat seperti : lantai, perabotan, pakaian, bahkan tubuh
kita sendiri, air yang bersih juga memberikan kesegaran dan bisa mengatasi
kehausan. Demikianlah Kasih Sayang Keluarga pasti mampu
menghapuskan kesalah-pahaman bahkan noda dosa yang mungkin mengotori kebersihan
hubungan sesama anggota rumah-tangga, Firman Tuhan menyatakan bahwaKasih
yang sempurna akan melenyapkan ketakutan (I Yohanes 4:18) Bila masih
tersimpan ketakutan dalam rumah-tangga maka Kasih Sayang Keluarga harus
disempurnakan.
D.2.
INSTALASI PENERANGAN = TRANSPARANSI
Kita baru
merasa butuh lampu penerang bila cuaca di luar menjadi gelap, pada siang hari
yang terang benderang dengan jendela lebar, maka kita pasti tidak memerlukan
lampu. Demikian juga Transparansi Keluarga baru bisa terasa manfaatnya ketika
timbul kesulitan atau masalah dalam kehidupan berumah tangga.
Seringkali
Transparansi ini diabaikan dengan alasan keamanan pribadi, namun menyimpan
kerahasiaan yang berlebihan bisa menimbulkan banyak masalah, misalnya
perselingkuhan, anak tidak naik kelas karena nilai ulangan sekolah
disembunyikan, anak berpacaran “back-street”, terjerat narkoba, dan perebutan
harta warisan.
D.3.
INSTALASI GAS (API) = SEMANGAT
Hidup damai
tapi gersang, bukanlah suatu impian rumah tangga, hidup harmonis dan hangat
mungkin menjadi suatu pilihan yang menarik, seperti api yang memberikan
kehangatan, demikian hidup yang bergairah akan menambah semangat berkeluarga.
- 9 -
B. 1. PINTU
= SUAMI & ISTRI
Suami
adalah Pintu Utama dalam rumah tangga dan Istrinya adalah Pintu
Samping, kita biasanya lebih sering menggunakan pintu samping masuk ke
dalam rumah, tetapi tamu harus masuk melalui pintu utama, demikian juga seorang
Istri adalah penghubung informal tetapi seorang suami harus maju terdepan dalam
menghadapi hal-hal formal. Karena dialah kepala keluarga yang memikul tanggung
jawab dalam memimpin kehidupan rumah tangga
Bolehkah
ada pintu ketiga = Pintu Belakang ?
Ada
beberapa rumah dibuatkan pintu belakang, biasanya rumah yang bagian belakangnya
ada gang, pintu belakang sebaiknya terbuat dari pintu yang kuat,
dari bahan besi dengan banyak selot untuk menambah kekuatan, karena pintu belakang
akan menjadi rawan bahaya masuk tamu yang tidak diundang alias para
pencuri/pengganggu keamanan, demikian juga pintu belakang rumah tangga yang
biasanya adalah Bapak/Ibu mertua, adik/kakak ipar, keponakan atau pembantu
rumah tangga yang sudah dipercaya, harus dijaga keberadaannya supaya tidak
menimbulkan masalah dalam rumah tangga.
B. 2.
JENDELA = ANAK-ANAK
Kita bisa
melihat-lihat keadaan diluar rumah melalui jendela rumah kita, demikian juga
kita bisa melihat perkembangan dunia muda melalui kehidupan anak-anak kita,
kita memang bisa merasa aneh dengan selera mereka dan menjadi merasa terganggu,
tapi ketahuilah bahwa keberadaan mereka seperti fungsi jendela rumah di mana
kita bisa melihat selera dunia masa kini, namun tentu saja kita harus
mengarahkan mereka kepada hal-hal yang positif dan berguna bagi masa depan
sehingga bila “jendela” itu semakin besar dan siap untuk menjadi “pintu” mereka
harus membangun rumah tangganya sendiri ke luar dari rumah tangga orang tuanya.
- 5 -
C.3.
PLAFOND = KEBIJAKSANAAN
Fungsi
plafond pada sebuah rumah adalah untuk menyaring segala yang bisa
mengganggu ruangan dalam rumah, seperti : debu, suara hujan, radiasi panas
matahari serangga kecil dll.
Dalam
kehidupan rumah tangga, harus ada kebijaksanaan dari suami istri untuk memilih
hal-hal yang bermanfaat untuk keluarga, seperti makanan yang sehat dan cocok,
pendidikan yang sesuai dengan usia anak, hiburan tontonan televisi yang
bermanfaat, musik yang merdu didengar, suasana keakraban yang damai sejahtera
dan sebagainya.
Tidak bisa
kita selalu meniru dengan menjiplak kebudayaan orang/bangsa lain tanpa
melakukan penyesuaian dengann kebiasaan dan budaya kita sendiri. Kebijaksanaan
ini adalah filter yang harus dimiliki dalam suatu rumah tangga, sehingga semua
anggotanya bisa nyaman tinggal bersama di dalamnya.
RENUNGAN
SINGKAT
Hal yang
perlu kita renungkan setelah memperbandingkan sembilan elemen rumah tangga ini,
kita bisa melihat mengapa banyak contoh dalam Alkitab peristiwa keluarga yang
tidak baik seperti keluarga imam Eli dengan kedua anaknya Hofni dan Pinehas
banyak membuat ulah sehingga tidak disukai oleh sesama dan Allah, demikian juga
anak-anak Nabi Samuel ternyata tidak sebaik sikap ayahnya. Raja Daud yang
demikian gigih dalam pertempuran, menjadi lemah dengan anak-anaknya, banyak
kasus memalukan terjadi dalam keluarganya, bahkan Absalom, anak yang sangat dia
cintai memburunya dengan penuh kebencian. Marilah kita periksa apa yang menjadi
kelemahan mereka bila dihubungkan dengan elemen Rumah Tangga yang kita bahas di
atas. Bila masih belum terjawab, mari kita lanjutkan dengan pembahasan Tujuh
elemen Interior Rumah Tangga.
- 8 -
B. 3.
DINDING = PERATURAN DALAM KELUARGA
Peraturan
dalam Keluarga meskipun tidak dibuat secara tertulis , namun harus dimiliki dan
ditaati oleh semua anggota keluarga.
Contoh
peraturan dalam keluarga adalah :
- Harus cuci tangan sebelum makan
- Berdoa sebelum tidur dan makan
- Berbasa-basi (menyapa) waktu
masuk ke dalam rumah.
- Makan harus di meja makan.
- Tidak boleh buang sampah
sembarangan.
- Menaruh sepatu di rak sepatu
- Pulang sekolah harus ganti baju
seragam.
- Menggosok gigi sebelum tidur.
- Mencium orang tua sebelum
berangkat ke sekolah.
- Dan lain-lain.
Peraturan
demikian bisa baku ataupun tidak, dan bisa saja berubah-ubah, tetapi bila
terlalu sering berubah-ubah maka akan sulit sendiri dan akhirnya tidak ditaati
oleh anggota keluarga.
Bila tidak
ada aturan keluarga maka seperti pintu & jendela tanpa kusen, setiap
anggota keluarga akan saling tidak peduli bahkan saling menyalahkan satu dengan
yang lain sehingga sering timbul keributan dan akan membuahkan pertikaian
bahkan perpecahan rumah tangga.
Sebaliknya
peraturan yang terlalu banyak dan kaku dari seorang kepala keluarga yang
otoriter akan bisa membuat penderitaan kepada semua pihak.
Seperti
dinding sebuah rumah menjadi indah bila diberi cat atau pelapis wall-paper,
keramik, batu alam, atau ditempeli hiasan gambar, foto, bunga dll. Demikian
juga dengan peraturan keluarga, kehidupan anak-anak akan menjadi
indah dan menjadi kebanggaan orang tuanya bila dihiasi oleh sikap sopan-santun,
tata krama dan adat-istiadat yang diajarkan secara turun temurun kepada anak
cucu.
- 6 -
C. 1.
KONSTRUKSI KUDA-KUDA = PENGETAHUAN &
PENGERTIAN
Semua beban
atap dipikul oleh konstruksi kuda-kuda, ada berbagai bentuk kuda-kuda atap
dengan bermacam bentuk dan kekuatan, masing-masing varian memiliki keunggulan.
Tingkat
Pendidikan & Ketrampilan Suami dan Istri akan mempengaruhi bentuk rumah
tangga yang mereka bangun bersama, keseimbangan Pendidikan Suami-Istri akan
lebih mudah membentuk rumah tangga yang seimbang juga, hal ini akan sangat
terasa ketika dalam rumah tangga tersebut harus mengambil suatu keputusan
bersama, seperti misalnya, menentukan pendidikan anak, memilih perabotan rumah
sampai memilih kendaraan keluarga.
Pesan Raja
Sulaiman (Salomo) : (Amsal 8:10)
Terimalah
didikan ku lebih dari perak,
Dan
pengetahuan lebih dari emas pilihan.
C. 2.
PENUTUP ATAP = HIKMAT
(Amsal 8:1)
“ Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya
“.
Raja
Sulaiman (Salomo) menempatkan Hikmat di atas Pengetahuan, seperti Konstruksi
Kuda-kuda berada dibawah naungan penutup atap (genteng) agar terlindung dari
cuaca hujan dan panas demikian juga Hikmat yang Allah berikan pada seorang
berpengetahuan akan melindungi dengan baik.
Sepasang
suami-istri yang berpendidikan tinggi bisa saja tertipu oleh seorang asing yang
mendatanginya bila mereka tidak memiliki hikmat.
Permulaan
Hikmat adalah memperoleh Hikmat, dan Hikmat itu bisa kita terima hanya dari Tuhan
bila kita Takut akan Tuhan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar