Selasa, 13 Januari 2015

Guskompindo berbagi arsitek rumah tangga


                                                    GUSKOMPINDO  SERVICE


                           GUSKOMPINDO  BERBAGI ARSITEKTUR RUMAH TANGGA

Ketika kita bermaksud mendirikan sebuah rumah, selayaknyalah kita mulai dengan merancang gambar rumah yang kita akan bangun dan menghitung berapa perkiraan biaya bangunan yang dibutuhkan, agar kita bisa menyelesaikan bangunan rumah kita dengan baik, bila tidak, kita beresiko terjadi bongkar-pasang dan kita tidak sanggup menyelesaikannya tepat waktu bahkan mungkin kehabisan dana pembangunan. 
Seorang ahli merancang bangunan kita sebut arsitek dan ilmu yang dimilikinya disebut Arsitektursingkatan dari “art” berarti seni dan “tek” kependekan dari teknik / teknologi, jadi arti lengkapnya adalah :Teknologi yang Berseni.
Berbicara tentang rumah tangga, kita diingatkan kepada sepasang pengantin baru yang berjanji hidup bersama sebagai suami-istri mengarungi bahtera rumah tangga dan untuk tahun-tahun selanjutnya mungkin diperbanyak jumlahnya dengan anak-anak mereka, dan jadilah suatu keluarga besar.
Seperti seorang yang hendak mendirikan sebuah rumah, demikian juga ketika sebuah rumah tangga hendak didirikan, kita sadar bahwa harus ada gambar dan anggaran biaya yang kita siapkan, agar rumah tangga yang kita bangun tidak bongkar-pasang dan bisa sempurna sesuai dengan yang kita inginkan, bahkan bila rumah tangga kita memiliki nilai seni yang tinggi menjadi indah dipandang dan pastilah akan menjadi kebanggaan pemiliknya, bahkan banyak orang ingin meniru bentuk rumah tangga kita, dan Tuhan yang menciptakan semuanya ini pastilah akan senang, sebagaimana Tuhan membanggakan Ayub yang menjadi seorang kepala keluarga teladan pada zamannya.
- 1 -

D.7. MEBEL (FURNITURE) = KEKAYAAN MATERI
Tuhan tahu persis kebutuhan materi kita selama hidup dalam dunia yang fana ini, Dia pasti tidak akan membiarkan kita mati kelaparan dan kehausan, bahkan Dia berjanji akan memberikannya dengan kelimpahan. Banyak contoh kejadian dalam Kitab Suci bahwa Tuhan memberikan berkat materi, namun kita harus ingat bahwa seperti mebel dalam rumah tinggal, kita lengkapi sesuai dengan keperluannya, ada sofa di ruang duduk, meja dan kursi makan, kitchen-set di dapur, ranjang di kamar tidur, alat sanitasi di kamar mandi dsb. Semuanya itu kita harus menatanya dengan tepat.
Coba kita bayangkan kalau sebuah rumah tinggal dengan ukuran 100 m2 diisi dengan 5 Set sofa, 10 ranjang, 10 lemari, 3 buah mobil, 2 set meja dapur, pastilah kita sendiri tidak kebagian tempat untuk masuk dalam rumah itu, karena terlalu penuh-sesak oleh barang-barang mebel. 
Bila kekayaan materi menjadi tujuan kebangaaan, maka orang akan mengejar kekayaan dengan ketamakan dan akhirnya dia menjadi terasing dari rumah tangganya sendiri, suami/istri akan menjadi jauh dengannya terlebih anak-anaknya akan terlepas mencari jalan sendiri-sendiri, masing-masing menuruti keinginan dan kehendaknya, karena sudah tidak ada tempat bagi pribadinya dalam rumah tangga yang terlalu penuh dengan pemikiran materialistis.  Pesan Firman Allah bagi kita semua dalam hal kekayaan materi adalah :
“ Carilah dahulu Kerajaan Allah dan segala kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu “. (Matius 6:33)
Akhir kata Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, Amin.
- 12  -

ELEMEN  RUMAH
Bangunan Rumah terdiri dari :
A..Dasar bangunan :             1. Tanah Keras
                                                     2. Pondasi
                                                     3. Lantai

B. Badan bangunan :    1. Pintu
                                                2. Jendela
                                                3. Dinding
        
C. Atap Bangunan :                   1. Konstruksi Kuda-kuda
                                     2. Penutup Atap (genteng)
                                     3. Plafond (langit-langit)

D. Interior :                       1. Instalasi Air Bersih
                                  2. Instalasi Penerangan
                                  3. Instalasi Gas (Api)
                                  4. Instalasi Telepon
                                  5. Instalasi Pembuangan
                                  6. Instalasi Udara bersih
                                  7. Mebel (Furniture)
      
Elemen bangunan tersebut di atas merupakan elemen dasar yang dibutuhkan oleh sebuah rumah, terutama dalam masa post-modern sekarang ini, kekurangan satu elemen saja dari hal tersebut maka kita akan merasa bangunan rumah menjadi tidak nyaman untuk dihuni.

Berikut ini kita akan mengikuti pembahasan dengan cara pendekatan pemikiran antara bangunan rumah yang kita gunakan untuk membentuk dan memelihara keluarga dengan Rumah Tangga kita sendiri, setiap elemen dari bangunan rumah kita hubungkan dengan elemen Rumah Tangga kita.

- 2 -



Dalam kehidupan berumah tangga, pasti ada beberapa peristiwa yang tidak kita sukai, misalnya sikap suami atau istri yang acuh tak acuh karena sedang jengkel atau terlalu letih bekerja, sikap anak yang sembarangan karena terburu-buru, semua ingatan buruk itu harus dibuang ke dalam Jamban (WC) atautong sampah pengampunan, supaya tidak diingat-ingat lagi.
Allah Bapa di Sorga memberi contoh kepada kita, Dia telah menyatakan kasih-Nya kepada kita supaya dosa kita dihapuskan, dibuang jauh-jauh, dikatakan sejauh Timur dari Barat Engkau membuang segala dosaku, marilah kita juga membuang kesalahan seisi rumah tangga kita dalam tong sampah pengampunan, supaya kita tidak mengingatnya lagi.

D.6. INSTALASI UDARA BERSIH = FIRMAN ALLAH

“ Maka terdengarlah seperti tiupan angin keras ..... dan mereka dipenuhi oleh Roh Kudus “ ( Kisah Para Rasul 2 : 2 )

Sebuah rumah yang megah dan mewah akan terasa pengap bila tidak ada udara yang mengalir di dalamnya, demikianlah kehadiran Firman / Roh Allah yang memenuhi suatu rumah tangga akan memberikan kesejukan yang nyaman.

Seperti bangunan rumah membutuhan ventilasi, demikian juga rumah tangga membutuhkan Firman yang mengalir setiap saat, maka Damai Sejahtera yang selalu Firman katakan akan tercipta dalam rumah tangga kita dan kita bisa menjadi saksi (teladan) di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai keujung bumi.
      
Bagaimanakah itu bisa bersaksi tentang  Damai dan Keselamatan, kalau suasana rumah tangga kita sendiri penuh pertikaian, jauh dari Damai Sejahtera ? Marilah saudara kita merenovasi rumah tangga dengan mempersilakan Firman Allah masuk.



- 11 -


A.1. TANAH KERAS = SALING PERCAYA

Dasar berpijaknya sebuah bangunan adalah tanah, menggali tanah yang lebih dalam untuk meletakkan pondasi, tujuannya adalah memperoleh kekerasan tanah yang lebih baik, sehingga bangunan dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Contoh jelek yang kita dapati adalah Menara Pisa yang miring karena pondasinya diletakan diatas lapisan pasir yang labil, sehingga berdiri miring dan hanya bias jadi tontonan saja.

Ketika kita mau membangun sebuah Rumah Tangga, harus diperhatikan adalah saling percaya antar anggota Rumah Tangga, dan yang pertama-tama adalah Suami dan Istrinya, lalu juga terhadap anak-anak mereka, bila tidak ada saling percaya maka akan timbul saling curiga dan berlanjut menjadi saling tidak peduli dan bisa lebih buruk menjadi saling membenci, maka satu saat retaklah Rumah Tangga tersebut.

Pesan Firman Allah dalam membangun rumah tangga yang kokoh adalah percayalah bahwa mereka (suami/istri) dipersatukan (dijodohkan) oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya.
Bagaimana kita bisa yakin bahwa pasangan kita itu adalah benar-benar kehendak Allah, tentulah kita harus belajar mengenal Kehendak Allah secara pribadi sejak kita muda remaja, dalam Kitab Perjanjian Baru yaitu surat Roma dikatakan bahwa kita bisa belajar membedakan mana kehendak Allah : apa yangbaik, yang diperkenan oleh Allah dan yang sempurna, ketiga tahap ini pasti kita bisa rasakan kalau kita bergaul baik dengan Allah dan mempersembahkan hidup kita sepenuhnya untuk melakukan perintah Firman Allah dengan melakukan perubahan budi dari cara hidup lama melalui kelahiran baru menjadi manusia rohani (Roma 12 : 2) ….. sebagai orang beriman kita harus yakin Allah yang menjodohkan seorang laki-laki dan perempuan.
Sebelum mencapai pengenalan kehendak Allah tentang perjodohan kita harus melalui pengenalan kehendak Allah tentang jurusan pendidikan sekolah lalu pekerjaan kita, rencana-rencana kerja dll. Semua pengenalan ini akan kita rasakan secara bertahap dan berkesinambungan.
- 3 -

Namun seperti layaknya api, hanya boleh ada di dapur dan harus selalu bisa dikendalikan, demikian juga dengan semangat, karena semangat/kegairahan yang tidak terkendali bisa menghanguskan rumah tangga, seperti misalnya, semangat bekerja yang berlebihan, semangat menuntut ilmu yang terlalu idealis, semangat melahap makanan bisa mengganggu kesehatan tubuh, bahkan sampai terlalu semangat dalam kegiatan di luar Rumah Tangga bisa berakibat negatif bagi keluarga, karena itu marilah kita taruh semangat yang berguna itu seperti menaruh api, harus pada tempatnya yang tepat dan harus bisa kita kendalikan.

D.4. INSTALASI TELEPON = KOMUNIKASI

Kecanggihan Telekomunikasi saat ini bisa memungkinkan kita melakukan percakapan dimanapun kita berada, dengan telepon seluler semua anggota keluarga dapat berkomunikasi, namun bagaimanakan kwalitas komunikasi kita, apakah hanya sekedar “say Hello” ?
Komunikasi yang berkwalitas adalah komunikasi yang bisa memuat curahan hati, perwujudan pendapat/gagasan, mengutarakan keinginan, mendiskusikan materi kehidupan bahkan sampai pembahasan tentang kebenaran Firman Allah agar bisa diterapkan dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Komunikasi berkwalitas ini bisa berbentuk Persekutuan/Mezbah Keluarga dengan acara Sharing (berbagi-rasa) dan kesaksian-kesaksian pribadi. Bila Komunikasi Keluarga saudara lancar,pastilah keharmonisan rumah tangga akan semakin terasa lebih baik.

D.5. INSTALASI PEMBUANGAN = PENGAMPUNAN

Tong sampah dan saluran air kotor/pembuangan dalam rumah tinggal sering terlupakan, padahal tidak boleh diabaikan, karena kalau tidak, maka rumah akan penuh dengan barang-barang yang sudah tidak berguna berserakan, potongan kertas, potongan sayuran, sepatu bekas barang yang sudah rusak dan juga saluran pembuangan yang tersumbat lumpur sehingga tidak bisa menghilangkan kotoran-kotoran yang kita buang, bila hal ini terjadi maka bau tidak sedap akan menguasai semua ruang dalam rumah tinggal kita.
- 10 –



A.2. PONDASI = PENGHARAPAN

Sepasang Suami-Istri harus mempersatukan minat dan pengharapan bersama, misalnya sama-sama ingin menikmati kebahagiaan Rumah tangga, sama-sama ingin memiliki anak dengan perkiraan jumlah anak yang sudah direncanakan bersama, perbedaan pemikiran bisa saja, tetapi terlalu banyak perbedaan pengharapan bisa memisahkan jalan hidup mereka sehingga tidak memiliki satu tujuan, karena itu para pemimpin agama sangat menganjurkan agar suami-istri memiliki iman yang sama dan seimbang, sebagaimana pondasi sebuah rumah dibuat merata dan bersatu supaya bangunan tidak berat sebelah.

Ada sebuah perumpamaan dalam Kitab Perjanjian Baru tentang rumah yang dibangun di atas pasir dan di atas batu karang, orang bodoh memilih pasir sebagai dasarnya sehingga ketika badai  datang rumah itu segera roboh, tapi orang yang cerdik menggunakan batu sebagai pondasi rumah sehingga akan tetap kokoh meski diterpa badai, demikian juga kesatuan pengharapan akan membuat Rumah Tangga kokoh menghadapi cobaan dunia.

A.3. LANTAI = CINTA

Lantai adalah elemen rumah yang selalu kita nikmati, lantai yang bersih mengkilap akan nyaman dihuni, demikian juga cinta yang mesra dan damai adalah dambaan semua anggota keluarga dalam suatu rumah tangga.

Namun seperti lantai butuh perawatan, demikian juga cinta perlu dibina dan dijaga keutuhannya, lantai mudah kotor dan rawan retak demikian juga cinta dalam rumah tangga mudah dicemari kecemburuan dan kesalah-pahaman, karena itu bersihkanlah selalu lantai rumahmu demikian juga murnikanlah selalu cinta-kasih dalam rumah-tanggamu dengan Kasih yang tulus.

- 4 -



D.1. INSTALASI AIR BERSIH = KASIH SAYANG     

Fungsi air dalam sebuah rumah adalah untuk membasuh/ membersihkan noda kotoran yang menempel pada banyak tempat seperti : lantai, perabotan, pakaian, bahkan tubuh kita sendiri, air yang bersih juga memberikan kesegaran dan bisa mengatasi kehausan. Demikianlah Kasih Sayang Keluarga pasti mampu menghapuskan kesalah-pahaman bahkan noda dosa yang mungkin mengotori kebersihan hubungan sesama anggota rumah-tangga, Firman Tuhan menyatakan bahwaKasih yang sempurna akan melenyapkan ketakutan (I Yohanes 4:18) Bila masih tersimpan ketakutan dalam rumah-tangga maka Kasih Sayang Keluarga harus disempurnakan.

D.2. INSTALASI PENERANGAN = TRANSPARANSI

Kita baru merasa butuh lampu penerang bila cuaca di luar menjadi gelap, pada siang hari yang terang benderang dengan jendela lebar, maka kita pasti tidak memerlukan lampu. Demikian juga Transparansi Keluarga baru bisa terasa manfaatnya ketika timbul kesulitan atau masalah dalam kehidupan berumah tangga.
Seringkali Transparansi ini diabaikan dengan alasan keamanan pribadi, namun menyimpan kerahasiaan yang berlebihan bisa menimbulkan banyak masalah, misalnya perselingkuhan, anak tidak naik kelas karena nilai ulangan sekolah disembunyikan, anak berpacaran “back-street”, terjerat narkoba, dan perebutan harta warisan.

D.3. INSTALASI GAS (API) = SEMANGAT

Hidup damai tapi gersang, bukanlah suatu impian rumah tangga, hidup harmonis dan hangat mungkin menjadi suatu pilihan yang menarik, seperti api yang memberikan kehangatan, demikian hidup yang bergairah akan menambah semangat berkeluarga.


- 9 -





B. 1. PINTU = SUAMI & ISTRI

Suami adalah Pintu Utama dalam rumah tangga dan Istrinya adalah Pintu Samping, kita biasanya lebih sering menggunakan pintu samping masuk ke dalam rumah, tetapi tamu harus masuk melalui pintu utama, demikian juga seorang Istri adalah penghubung informal tetapi seorang suami harus maju terdepan dalam menghadapi hal-hal formal. Karena dialah kepala keluarga yang memikul tanggung jawab dalam memimpin kehidupan rumah tangga
Bolehkah ada pintu ketiga = Pintu Belakang ?
Ada beberapa rumah dibuatkan pintu belakang, biasanya rumah yang bagian belakangnya ada gang, pintu belakang sebaiknya terbuat dari pintu yang kuat, dari bahan besi dengan banyak selot untuk menambah kekuatan, karena pintu  belakang akan menjadi rawan bahaya masuk tamu yang tidak diundang alias para pencuri/pengganggu keamanan, demikian juga pintu belakang rumah tangga yang biasanya adalah Bapak/Ibu mertua, adik/kakak ipar, keponakan atau pembantu rumah tangga yang sudah dipercaya, harus dijaga keberadaannya supaya tidak menimbulkan masalah dalam rumah tangga.

B. 2. JENDELA = ANAK-ANAK

Kita bisa melihat-lihat keadaan diluar rumah melalui jendela rumah kita, demikian juga kita bisa melihat perkembangan dunia muda melalui kehidupan anak-anak kita, kita memang bisa merasa aneh dengan selera mereka dan menjadi merasa terganggu, tapi ketahuilah bahwa keberadaan mereka seperti fungsi jendela rumah di mana kita bisa melihat selera dunia masa kini, namun tentu saja kita harus mengarahkan mereka kepada hal-hal yang positif dan berguna bagi masa depan sehingga bila “jendela” itu semakin besar dan siap untuk menjadi “pintu” mereka harus membangun rumah tangganya sendiri ke luar dari rumah tangga orang tuanya.


- 5 -




C.3. PLAFOND = KEBIJAKSANAAN

Fungsi plafond pada sebuah rumah adalah  untuk menyaring segala yang bisa mengganggu ruangan dalam rumah, seperti : debu, suara hujan, radiasi panas matahari serangga kecil dll.

Dalam kehidupan rumah tangga, harus ada kebijaksanaan dari suami istri untuk memilih hal-hal yang bermanfaat untuk keluarga, seperti makanan yang sehat dan cocok, pendidikan yang sesuai dengan usia anak, hiburan tontonan televisi yang bermanfaat, musik yang merdu didengar, suasana keakraban yang damai sejahtera dan sebagainya.

Tidak bisa kita selalu meniru dengan menjiplak kebudayaan orang/bangsa lain tanpa melakukan penyesuaian dengann kebiasaan dan budaya kita sendiri. Kebijaksanaan ini adalah filter yang harus dimiliki dalam suatu rumah tangga, sehingga semua anggotanya bisa nyaman tinggal bersama di dalamnya.

RENUNGAN SINGKAT

Hal yang perlu kita renungkan setelah memperbandingkan sembilan elemen rumah tangga ini, kita bisa melihat mengapa banyak contoh dalam Alkitab peristiwa keluarga yang tidak baik seperti keluarga imam Eli dengan kedua anaknya Hofni dan Pinehas banyak membuat ulah sehingga tidak disukai oleh sesama dan Allah, demikian juga anak-anak Nabi Samuel ternyata tidak sebaik sikap ayahnya. Raja Daud yang demikian gigih dalam pertempuran, menjadi lemah dengan anak-anaknya, banyak kasus memalukan terjadi dalam keluarganya, bahkan Absalom, anak yang sangat dia cintai memburunya dengan penuh kebencian. Marilah kita periksa apa yang menjadi kelemahan mereka bila dihubungkan dengan elemen Rumah Tangga yang kita bahas di atas. Bila masih belum terjawab, mari kita lanjutkan dengan pembahasan Tujuh elemen Interior Rumah Tangga.

- 8 -


B. 3. DINDING = PERATURAN DALAM KELUARGA

Peraturan dalam Keluarga meskipun tidak dibuat secara tertulis , namun harus dimiliki dan ditaati oleh semua anggota keluarga.
Contoh peraturan dalam keluarga adalah :
  1. Harus cuci tangan sebelum makan
  2. Berdoa sebelum tidur dan makan
  3. Berbasa-basi (menyapa) waktu masuk ke dalam rumah.
  4. Makan harus di meja makan.
  5. Tidak boleh buang sampah sembarangan.
  6. Menaruh sepatu di rak sepatu
  7. Pulang sekolah harus ganti baju seragam.
  8. Menggosok gigi sebelum tidur.
  9. Mencium orang tua sebelum berangkat ke sekolah.
  10. Dan lain-lain.

Peraturan demikian bisa baku ataupun tidak, dan bisa saja berubah-ubah, tetapi bila terlalu sering berubah-ubah maka akan sulit sendiri dan akhirnya tidak ditaati oleh anggota keluarga.
Bila tidak ada aturan keluarga maka seperti pintu & jendela tanpa kusen, setiap anggota keluarga akan saling tidak peduli bahkan saling menyalahkan satu dengan yang lain sehingga sering timbul keributan dan akan membuahkan pertikaian bahkan perpecahan rumah tangga.

Sebaliknya peraturan yang terlalu banyak dan kaku dari seorang kepala keluarga yang otoriter akan bisa membuat penderitaan kepada semua pihak.

Seperti dinding sebuah rumah menjadi indah bila diberi cat atau pelapis wall-paper, keramik, batu alam, atau ditempeli hiasan gambar, foto, bunga dll. Demikian juga dengan  peraturan keluarga, kehidupan anak-anak akan menjadi indah dan menjadi kebanggaan orang tuanya bila dihiasi oleh sikap sopan-santun, tata krama dan adat-istiadat yang diajarkan secara turun temurun kepada anak cucu.

- 6 -



C. 1. KONSTRUKSI KUDA-KUDA = PENGETAHUAN &
         PENGERTIAN

Semua beban atap dipikul oleh konstruksi kuda-kuda, ada berbagai bentuk kuda-kuda atap dengan bermacam bentuk dan kekuatan, masing-masing varian memiliki keunggulan.
Tingkat Pendidikan & Ketrampilan Suami dan Istri akan mempengaruhi bentuk rumah tangga yang mereka bangun bersama, keseimbangan Pendidikan Suami-Istri akan lebih mudah membentuk rumah tangga yang seimbang juga, hal ini akan sangat terasa ketika dalam rumah tangga tersebut harus mengambil suatu keputusan bersama, seperti misalnya, menentukan pendidikan anak, memilih perabotan rumah sampai memilih kendaraan keluarga.
Pesan Raja Sulaiman (Salomo) : (Amsal 8:10)
Terimalah didikan ku lebih dari perak,
Dan pengetahuan lebih dari emas pilihan.


C. 2. PENUTUP ATAP = HIKMAT

(Amsal 8:1) “ Bukankah hikmat berseru-seru, dan kepandaian memperdengarkan suaranya “.
Raja Sulaiman (Salomo) menempatkan Hikmat di atas Pengetahuan, seperti Konstruksi Kuda-kuda berada dibawah naungan penutup atap (genteng) agar terlindung dari cuaca hujan dan panas demikian juga Hikmat yang Allah berikan pada seorang berpengetahuan akan melindungi dengan baik.

Sepasang suami-istri yang berpendidikan tinggi bisa saja tertipu oleh seorang asing yang mendatanginya bila mereka tidak memiliki hikmat.

Permulaan Hikmat adalah memperoleh Hikmat, dan Hikmat itu bisa kita terima hanya dari Tuhan bila kita Takut akan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar